Terlepas dari penguncian COVID, insiden antisemit meningkat di Berlin

April 23, 2021 by Tidak ada Komentar


Jumlah insiden antisemit yang didokumentasikan di Berlin tahun lalu meningkat sebesar 13% selama 2019, meskipun beberapa kasus penguncian COVID-19 di kota itu membuat orang tetap di rumah.

Pusat Penelitian dan Informasi Antisemitisme Berlin, atau RIAS, mencatat 1.004 insiden antisemit di ibu kota Jerman tahun lalu, 118 lebih banyak daripada yang terjadi pada 2019, tulis RIAS dalam sebuah laporan yang diterbitkan minggu ini.

RIAS mampu memastikan motif dalam 49% kasus yang tercatat pada tahun 2020. Dari porsi tersebut, 27% dikaitkan dengan kelompok sayap kanan. Hampir 9% dari insiden tersebut diklasifikasikan sebagai terkait dengan teori konspirasi. Insiden antisemitisme dan Islamis terkait Israel menyumbang lebih dari 7% kasus dan 3% lainnya adalah “politik,” tulis RIAS.

Dalam satu insiden dari 22 Desember, jendela rumah seorang rabi hancur.

Di lain waktu, pada 25 Desember, hari Natal, para pelaku menyemprotkan bintang Daud di rumah-rumah hunian, beberapa di antaranya milik orang Yahudi, di kawasan Mitte tengah. Mereka juga menulis kata “Israel” di beberapa apartemen.

Teori konspirasi yang menempatkan orang Yahudi sebagai bagian dari penyebab pandemi COVID-19 telah beredar di antara kelompok antisemit pinggiran dan kelompok anti-lockdown lainnya di Jerman dan di tempat lain. Tanda-tanda antisemit telah terlihat pada unjuk rasa anti-lockdown di Berlin.

Dari insiden yang tercatat RIAS, 17 di antaranya adalah serangan fisik, dibandingkan 33 insiden pada kategori tersebut yang tercatat pada 2019. Namun jumlah kasus vandalisme antisemit meningkat dari 28 pada 2019 menjadi 43 pada tahun lalu.

Juga pada tahun 2020, RIAS mencatat 51 ancaman publik, dibandingkan dengan 59 pada tahun 2019, dan 770 kasus penghinaan verbal dibandingkan dengan 648 kasus pada tahun 2019.

Email antisemit juga meningkat dari 103 pada 2019 menjadi 123 tahun lalu, tulis RIAS.


Dipersembahkan Oleh : Togel Singapore