Pencurian madu melonjak hingga 50% saat negara menghadapi COVID-19, peternak lebah tanpa sengat

Januari 5, 2021 by Tidak ada Komentar


Kejahatan terkait madu melonjak hingga 50% di seluruh negeri selama pandemi COVID-19 dengan penjahat mengubah metode mereka, Dewan Madu dan Union of Beekeepers melaporkan pada hari Selasa. Dulu, penjahat mengangkat sarang lebah dengan pekerja masih di dalamnya, sekarang mereka fokus mencuri madu.
Polisi menangkap pada Senin seorang pria yang diduga mencuri lusinan sarang madu. Tersangka pencuri, warga Nazareth, ditangkap 24 jam setelah kepala peternak lebah di Kvutzat Kinneret, Gal Kinnerti, melaporkan kejahatan tersebut.
Satu sarang lebah mengandung hingga 50 kg (110 pon) madu, karena biasanya terletak di ruang terbuka sehingga pencurian dapat sulit dicegah secara real time.
“Lebah madu adalah agen penyerbuk penting yang mengawasi 80% tanaman pertanian di planet ini,” kata Kinnerti, sambil mencatat bahwa di Israel nilai layanan ini saja kira-kira 3 miliar NIS. Saat ini, ada 510 peternak lebah di seluruh negeri yang merawat 120.000 sarang lebah, dua pertiganya melayani kebutuhan pertanian Israel.

Gejolak keuangan akibat virus corona baru diyakini memicu berbagai bentuk kejahatan di semua sektor, mulai dari cybercrime hingga kekerasan dalam rumah tangga.


Dipersembahkan Oleh : Hongkong Prize