Majelis Islam Indonesia berharap ada aturan halal sebelum vaksinasi massal

Januari 6, 2021 by Tidak ada Komentar

[ad_1]

Dewan ulama Muslim tertinggi di Indonesia berharap untuk mengeluarkan keputusan tentang apakah vaksin COVID-19 itu halal, atau diizinkan di bawah Islam, sebelum negara itu akan memulai program inokulasi massal menggunakan vaksin China minggu depan.

Negara mayoritas Muslim terbesar di dunia berencana untuk meluncurkan vaksinasi pada 13 Januari setelah mendapatkan 3 juta dosis dari Sinovac Biotech China.

Kontroversi tentang apakah vaksin mematuhi prinsip-prinsip Islam telah menghambat respons kesehatan masyarakat sebelumnya, termasuk pada tahun 2018, ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa vaksin campak dilarang dalam Islam.

“Mudah-mudahan fatwa itu bisa diumumkan sebelum pemerintah memulai program vaksinasi,” kata Muti Arintawati, pejabat MUI yang bertugas menganalisis makanan dan obat untuk menilai kehalalannya.

Dia mengatakan data masih dikumpulkan sebelum MUI bisa membuat keputusan akhir.

Indonesia sedang berjuang dengan wabah COVID-19 terburuk di Asia Tenggara dan pihak berwenang mengandalkan vaksin untuk membantu meringankan krisis kesehatan dan ekonomi ganda yang melanda negara itu.

Ditanya tentang risiko resistensi masyarakat, seorang pejabat kementerian kesehatan mengatakan pemerintah akan menunggu bagaimana MUI menangani masalah tersebut. Dalam upaya untuk meningkatkan penerimaan, Presiden Joko Widodo mengatakan dia akan menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin minggu depan.

Dicky Budiman, seorang peneliti di Griffith University Australia, mengatakan pihak berwenang perlu transparan tentang sertifikasi halal untuk meyakinkan publik.

The New York Times melaporkan bahwa Sinovac mengatakan kepada pembuat obat milik negara Indonesia Bio Farma bahwa vaksin itu “dibuat bebas dari bahan babi.”

Bambang Heriyanto, Sekretaris Perusahaan Bio Farma, membenarkan menerima pernyataan tersebut, namun mengatakan status halal diputuskan oleh MUI. Sinovac tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Ahmad Ishomuddin, seorang pejabat di Nahdlatul Ulama, organisasi Muslim terbesar di Indonesia, mengatakan vaksin darurat yang tidak halal dapat digunakan jika tidak ada pilihan lain.

Badan Makanan dan Obat (BPOM) Indonesia perlu mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat untuk vaksinasi dimulai.

Di negara tetangga Malaysia, otoritas agama telah menyatakan vaksin COVID-19 diizinkan untuk Muslim, dan wajib bagi mereka yang telah diidentifikasi oleh pemerintah untuk menerimanya.

Malaysia tidak mewajibkan vaksin untuk disertifikasi halal, meskipun pihak berwenang berencana untuk memperkenalkan kerangka kerja sertifikasi tahun ini untuk menghilangkan kekhawatiran di antara sebagian Muslim.


Dipersembahkan Oleh : Result HK