Ledakan situs nuklir Natanz: TV Negara Iran mengidentifikasi orang di balik serangan

April 17, 2021 by Tidak ada Komentar


Televisi pemerintah Iran pada hari Sabtu mengidentifikasi seorang pria yang dikatakan berada di balik ledakan baru-baru ini dan pemadaman listrik di pembangkit nuklir utama Natanz.

“Reza Karimi, pelaku sabotase ini … telah diidentifikasi” oleh kementerian intelijen Iran, kata TV pemerintah. Dikatakan tersangka telah melarikan diri dari Iran sebelum ledakan Minggu lalu yang dituduhkan oleh Republik Islam pada musuh bebuyutan Israel.

Televisi menunjukkan apa yang dikatakan sebagai foto tersangka pelaku dengan kartu merah bertuliskan “Interpol Wanted” di atasnya. Di kartu itu dia berusia 43 tahun.

“Langkah-langkah yang diperlukan sedang dilakukan untuk penangkapannya dan kembali ke negara itu melalui jalur hukum,” tambah laporan itu.

TV pemerintah juga menayangkan cuplikan baris dari apa yang dikatakannya sebagai sentrifugal yang telah menggantikan yang rusak dalam ledakan di pabrik pengayaan uranium Natanz.

Ia menambahkan bahwa “sejumlah besar” sentrifugal yang aktivitas pengayaannya terganggu oleh ledakan telah dikembalikan ke layanan normal, kata laporan itu.

Awal pekan ini, sumber barat yang dikutip di media Israel mengatakan serangan, yang awalnya disebut sebagai “kecelakaan” oleh Iran, dilakukan oleh Mossad.

Iran mengakui pada Minggu malam bahwa apa yang disebut “kecelakaan” adalah hasil dari tindakan “teroris”.

Kepala nuklir negara itu, Ali Akbar Salehi, mengatakan komunitas internasional dan Badan Energi Atom Internasional perlu menangani apa yang disebutnya terorisme nuklir. Iran berhak untuk mengambil tindakan terhadap para pelaku, katanya seperti dikutip.

Kerusakan itu lebih buruk daripada apa yang awalnya disajikan Iran kepada publik, sebuah sumber dikonfirmasi The Jerusalem Post. Sumber Barat mengatakan fasilitas itu terkena serangan siber, tapi The Jerusalem Post telah mengetahui bahwa itu adalah serangan fisik yang dikonfirmasi.

Serangan Israel yang diduga terhadap fasilitas nuklir Natanz Iran menargetkan gardu listrik yang terletak 40 hingga 50 meter di bawah tanah dan merusak “ribuan sentrifugal,” pejabat Iran mengungkapkan dalam beberapa hari terakhir.

Fereydoon Abbasi-Davani, mantan kepala Organisasi Energi Atom Iran, mengatakan kepada media Iran pada hari Senin bahwa serangan itu menghantam gardu listrik yang terletak jauh di bawah tanah dan berhasil merusak sistem distribusi daya dan kabel yang mengarah ke sentrifugal untuk memutus aliran listrik. mereka.

The Jerusalem Post telah mengetahui bahwa serangan itu dilakukan melalui alat peledak yang diselundupkan ke dalam fasilitas dan diledakkan dari jarak jauh. Seorang pejabat intelijen mengatakan kepada The New York Times pada hari Selasa bahwa serangan itu menghancurkan sistem kelistrikan primer dan cadangan.

Davani mengkonfirmasi pada hari Senin bahwa serangan Juli lalu juga dilakukan dengan bahan peledak yang diselundupkan ke fasilitas perakitan sentrifugal di lokasi tersebut, dengan bahan peledak tertanam di meja berat yang dibawa ke fasilitas tersebut.Lahav Harkov berkontribusi pada laporan ini.


Dipersembahkan Oleh : Totobet SGP