Latihan ke-20 Juniper Falcon dimulai dengan IDF, Angkatan Darat AS di tengah COVID-19

Februari 4, 2021 by Tidak ada Komentar


Latihan militer gabungan Juniper Falcon, yang menyatukan Pertahanan Udara Angkatan Udara Israel dan militer AS di bawah otoritas Komando Eropa AS (EUCOM) dimulai minggu lalu di berbagai lokasi di Israel dan Jerman.

Kondisinya sangat berbeda akibat pandemi virus corona. Penyesuaian khusus harus dilakukan agar latihan dapat berjalan dengan lancar.

Latihan tersebut, menurut IDF, mensimulasikan situasi di mana Israel diserang roket permukaan-ke-permukaan, mortir “dan ancaman udara lainnya.”

Latihan ini dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama antara tentara AS dan IDF, serta untuk saling belajar guna memelihara kerja sama strategis antara kedua badan tersebut.

Ini adalah tahun ke-20 pelaksanaan latihan tersebut. Banyak unit Angkatan Udara akan ambil bagian, serta Angkatan Laut.

“Ikatan yang dalam antara IDF dan militer AS akan terus diintensifkan, sekaligus memperkuat respons terhadap semua ancaman yang dihadapi IDF hari ini,” kata IDF dalam sebuah pernyataan. Dalam Juniper Falcon 2019, sekitar 300 orang Amerika dari Komando Eropa Amerika Serikat (USEUCOM) terbang ke Israel dan bergabung dengan sekitar 400 pasukan IDF dari berbagai unit dalam latihan yang berfokus pada skenario.

Washington dan Yerusalem telah menandatangani perjanjian yang akan membuat AS datang untuk membantu Israel dengan pertahanan rudal di masa perang dan pada 2018, 3.000 tentara Amerika ambil bagian dalam Juniper Cobra, yang mensimulasikan serangan rudal besar-besaran di garis depan Israel.

Anna Ahronheim berkontribusi untuk laporan ini.


Dipersembahkan Oleh : Hongkong Prize