Kapal IRGC melecehkan Penjaga Pantai AS di Teluk Persia – laporkan

April 27, 2021 by Tidak ada Komentar


Sekelompok kapal Korps Pengawal Revolusi Iran mengganggu dua kapal Penjaga Pantai AS di Teluk Persia pada awal April, kata pejabat Angkatan Laut. The Wall Street Journal pada hari Senin.

Insiden itu terjadi pada 2 April, hanya sehari setelah AS, Iran, dan negara-negara Eropa mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pembicaraan untuk kembali ke kesepakatan nuklir JCPOA 2015. Negara-negara AS dan Eropa saat ini sedang melakukan pembicaraan dengan Iran di Wina.

Sekitar tiga kapal serang cepat dan satu kapal bernama Harth 55 mengerumuni dua kapal Penjaga Pantai di Teluk Persia selatan, mendekati busur kedua kapal itu, kata pejabat Angkatan Laut. Salah satu dari dua kapal AS, itu Wrangell, dipaksa melakukan manuver defensif untuk mencegah tabrakan.

Insiden itu terjadi selama tiga jam, dengan awak Amerika mengeluarkan banyak peringatan kepada kapal-kapal Iran. Sedangkan Cmdr. Rebecca Rebarich, juru bicara Armada Kelima Angkatan Laut, mengatakan kepada Jurnal bahwa awak Harth 55 Iran menanggapi pertanyaan radio jembatan-ke-jembatan dari kapal-kapal Amerika, tidak jelas apa yang mereka nyatakan dalam komunikasi tersebut.

“Setelah sekitar tiga jam AS mengeluarkan peringatan dan melakukan manuver defensif, kapal IRGCN bermanuver menjauh dari kapal AS dan membuka jarak di antara mereka,” kata Rebarich dalam sebuah pernyataan, menurut laporan itu.

Angkatan Laut menyebut insiden itu sebagai “tidak aman dan tidak profesional.” Ini adalah insiden pertama sejak April 2020 dan yang pertama tercatat menggunakan kapal sebesar Harth 55.

Dalam sebuah wawancara yang dibocorkan oleh Iran International dan The New York Times pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa IRGC telah mencampuri masalah diplomatik dan telah berusaha untuk menghentikan kesepakatan JCPOA di masa lalu. Zarif secara khusus menunjuk pada kunjungan mantan komandan Pasukan Quds IRGC Qasem Soleimani ke Moskow pada 2015, yang menurutnya bertujuan untuk “menghancurkan JCPOA.”

Laporan itu muncul setelah serangkaian dugaan insiden maritim dilaporkan antara Iran dan Israel di seluruh wilayah, dengan serangan terhadap kapal Iran dan Israel dilaporkan.


Dipersembahkan Oleh : SGP Prize